Posted by : Muhammad Irfan
Selasa, 07 Juni 2016
1. Subjek
(S)
Di dalam
sebuah kalimat Subjek (S) adalah pelaku atau orang yang melakukan kegiatan
tertentu. Subjek pada umumnya berupa kata benda seperti nama orang, binatang,
tumbuhan, dan benda.
Contoh:
Budi, Gajah, Anggrek, sekolah dan lain-lain.
2.
Predikat (P)
Predikat
adalah unsur kalimat yang menyatakan kegiatan yang sedang dilakukan oleh
Subjek. Predkat biasanya merupakan kata-kata kerja.
Misalnya,
Memasak, bermain, menyanyi, dan lain-lain
3. Objek
(O)
Objek
adalah sesuatu yang dikenai tindakan oleh Subjek. Sama seperti Subjek, Objek
dapat berupa kata-kata benda.
Misalnya,
Ayah, Harimau, Pakaian, dan lain-lain.
4.
Keterangan (K)
Di dalam
sebuah kalimat keterangan menjelaskan bagaimana, dimana atau kapan peristiwa
yang dinyatakan dalam kalimat tersebut. Keterangan didalam kalimat dapat
berupa:
Keterangan
tempat = di rumah, di sekolah, di pasar, dan lain-lain.
Keterangan
cara = dengan cepat, dengan serius, dengan bersemangat, dan lain-lain.
Keterangan
tujuan = agar lulus ujian, untuk bertemu ibunya, supaya bersih, dan lain-lain.
Keterangan
alat = menggunakan pisau, mengendara motor, menggunakan sekop, dan lain-lain.
Keterangan
waktu = pada hari minggu, Jam 9 malam, pada musim kemarau dan lain-lain.
Keterangan
penyerta = bersama ayahnya, dengan ibunya, ditemani kakaknya, dan lain-lain.
5.
Pelengkap (Pel)
Pelengkap
adalah unsur kalimat yang fungsinya seperti Objek (O) tetapi yang membedakannya
adalah Pelengkap tidak bisa dirubah menjadi Subjek pada kalimat pasif.
Pelengkap biasanya terletak setelah predikat atau objek.
Contoh:
Ia memakai baju yang bagus, Ember itu berisi minyak
tanah.
Pada
umumnya kalimat Bahasa Indonesia memiliki 8 pola kalimat dasar yang bisa
dikembangkan. Berikut ini adalah contoh-contoh pola dasar kalimat Bahasa
Indonesia.
1. S-P
Contoh: Saya makan
S P
2. S-P-O
Contoh: Saya makan apel
S P O
3.
S-P-Pel
Contoh: Saya makan yang
manis
S P Pel
4.
S-P-O-Pel
Contoh: Saya makan apel yang
manis
S P O Pel
5.
S-P-O-Pel-K
Contoh: Saya makan apel yang
manis dengan lahap
S P O Pel K
6. S-P-K
Contoh: Saya makan dengan
lahap
S P K
7.
S-P-O-K
Contoh: Saya makan apel dengan
lahap
S P O K
8.
S-P-Pel-K
Contoh: Saya memakan yang
manis dengan lahap
S P Pel K
Dari
semua pola diatas Kalimat berpola S P O K adalah kalimat yang relative berdiri
sendiri dan memiliki pola intonasi final. Kalimat S P O K juga bisa menjadi
rujukan penulisan ilmiah karena hampir memiliki semua informasi yang lengkap
yang bisa ditemukan dalam sebuah kaliamat.
Contoh-Contoh Kalimat Berpola S P O K
1. Budi
membantu Ani dengan ikhlas.
2. Ayah
memakai baju baru untuk ke pesta malam ini.
3. Ibu
membeli sayuran di pasar.
4. Presiden
Jokowi melantik Kapolri besok pada pukul 9 pagi.
5. Menteri
Perikanan meneggelamkan kapal asing di perairan Indonesia.
6. Andi
mempelajari Matematika dengan sungguh-sungguh.
7. Saya
mendengarkan perkataannya dengan serius.
8. Montir
itu memperbaiki motor dengan menggunakan kunci pas.
9. Mereka
mengikat maling itu dengan tali yang kencang.
10. Masyarakat
Indonesia mengecam perdana menteri Australia Kemarin, pukul 9 malam di Bundaran
HI.