1. Subjek
(S)
Di dalam
sebuah kalimat Subjek (S) adalah pelaku atau orang yang melakukan kegiatan
tertentu. Subjek pada umumnya berupa kata benda seperti nama orang, binatang,
tumbuhan, dan benda.
Contoh:
Budi, Gajah, Anggrek, sekolah dan lain-lain.
2.
Predikat (P)
Predikat
adalah unsur kalimat yang menyatakan kegiatan yang sedang dilakukan oleh
Subjek. Predkat biasanya merupakan kata-kata kerja.
Misalnya,
Memasak, bermain, menyanyi, dan lain-lain
3. Objek
(O)
Objek
adalah sesuatu yang dikenai tindakan oleh Subjek. Sama seperti Subjek, Objek
dapat berupa kata-kata benda.
Misalnya,
Ayah, Harimau, Pakaian, dan lain-lain.
4.
Keterangan (K)
Di dalam
sebuah kalimat keterangan menjelaskan bagaimana, dimana atau kapan peristiwa
yang dinyatakan dalam kalimat tersebut. Keterangan didalam kalimat dapat
berupa:
Keterangan
tempat = di rumah, di sekolah, di pasar, dan lain-lain.
Keterangan
cara = dengan cepat, dengan serius, dengan bersemangat, dan lain-lain.
Keterangan
tujuan = agar lulus ujian, untuk bertemu ibunya, supaya bersih, dan lain-lain.
Keterangan
alat = menggunakan pisau, mengendara motor, menggunakan sekop, dan lain-lain.
Keterangan
waktu = pada hari minggu, Jam 9 malam, pada musim kemarau dan lain-lain.
Keterangan
penyerta = bersama ayahnya, dengan ibunya, ditemani kakaknya, dan lain-lain.
5.
Pelengkap (Pel)
Pelengkap
adalah unsur kalimat yang fungsinya seperti Objek (O) tetapi yang membedakannya
adalah Pelengkap tidak bisa dirubah menjadi Subjek pada kalimat pasif.
Pelengkap biasanya terletak setelah predikat atau objek.
Contoh:
Ia memakai baju yang bagus, Ember itu berisi minyak
tanah.
Pada
umumnya kalimat Bahasa Indonesia memiliki 8 pola kalimat dasar yang bisa
dikembangkan. Berikut ini adalah contoh-contoh pola dasar kalimat Bahasa
Indonesia.
1. S-P
Contoh: Saya makan
S P
2. S-P-O
Contoh: Saya makan apel
S P O
3.
S-P-Pel
Contoh: Saya makan yang
manis
S P Pel
4.
S-P-O-Pel
Contoh: Saya makan apel yang
manis
S P O Pel
5.
S-P-O-Pel-K
Contoh: Saya makan apel yang
manis dengan lahap
S P O Pel K
6. S-P-K
Contoh: Saya makan dengan
lahap
S P K
7.
S-P-O-K
Contoh: Saya makan apel dengan
lahap
S P O K
8.
S-P-Pel-K
Contoh: Saya memakan yang
manis dengan lahap
S P Pel K
Dari
semua pola diatas Kalimat berpola S P O K adalah kalimat yang relative berdiri
sendiri dan memiliki pola intonasi final. Kalimat S P O K juga bisa menjadi
rujukan penulisan ilmiah karena hampir memiliki semua informasi yang lengkap
yang bisa ditemukan dalam sebuah kaliamat.
Contoh-Contoh Kalimat Berpola S P O K
1. Budi
membantu Ani dengan ikhlas.
2. Ayah
memakai baju baru untuk ke pesta malam ini.
3. Ibu
membeli sayuran di pasar.
4. Presiden
Jokowi melantik Kapolri besok pada pukul 9 pagi.
5. Menteri
Perikanan meneggelamkan kapal asing di perairan Indonesia.
6. Andi
mempelajari Matematika dengan sungguh-sungguh.
7. Saya
mendengarkan perkataannya dengan serius.
8. Montir
itu memperbaiki motor dengan menggunakan kunci pas.
9. Mereka
mengikat maling itu dengan tali yang kencang.
10. Masyarakat
Indonesia mengecam perdana menteri Australia Kemarin, pukul 9 malam di Bundaran
HI.
Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi adalah pilihan investor di bandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Kendati luas 0,03 persen dari luas wilayah nasional, pada tahun 2009, kawasan ini menyumbangkan 25,78 persen dari produk domestic regional bruto nasional. Selaintu dorongan dari pemerintah melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) juga menetapkan jabotabek sebagai lokasi investasi terbesar.
Dalam jangka panjang Jabodetabek bisa tidak lagi menjadi menarik bagi investor. Hal ini disebabkan akumulasi dari penurunan daya dukung lingkungan serta tidak meratanya akses terhadap aktivitas ekonomi yang meningkatkan kemiskinan, kriminalitas, dan konflik social. Pertumbuhan lahan terbangun di Jabodetabek yang tidak terkendali mengonversi kawasan pertanian dan kawasan lindung sehingga membuat daya dukung kawasan menurun,
Hal itu, antara lain, terlihat dari luas ancaman banjir di kawasan Jabodetabek yang terus menaik pada tahun 2000, sebanyak 102 desa di Jabodetabek yang terkena banjir, tahun 2008 sudah mencapai 644 desa terkena banjir. Selain itu infrastruktur juga tidak efisien sehingga menimbulkan kemacetan dan kekumuhan yang semakinparah setiap tahun.
Sebaiknya pemda kawasan Jabodetabek meningkatkan infrastruktur yang efesien dengan menghilangkan titik lokasi yang terkena banjir, membuat resapan air yaitu penanaman pohon atau pembuatan sumur resapan untuk mengurangi laju luncuran air kepermukaan dan pemerintah daerah lebih meningkatkan infrastruktur jalur kendaraan agar kemacetan bisa di tuntaskan dengan memberikan lahan parkir, pelalan kaki, pedagang kaki lima. Menghilangkan kekumuhan dengan mendatangi dan memberi pengarahan kepada masyarakat akan pentingnya lingkungan.
Dengan infrastruktur yang bagus maka kawasan Jabodetabek akan selalu menarik investor dan memperbaiki aktivitas ekonomi. Selain itu bisa memberi contoh kepada daerah lain untuk meningkatkan daya tarik investor, agar setiap daerah berkembang dan juga mengurangi kemiskinan.
Dalam jangka panjang Jabodetabek bisa tidak lagi menjadi menarik bagi investor. Hal ini disebabkan akumulasi dari penurunan daya dukung lingkungan serta tidak meratanya akses terhadap aktivitas ekonomi yang meningkatkan kemiskinan, kriminalitas, dan konflik social. Pertumbuhan lahan terbangun di Jabodetabek yang tidak terkendali mengonversi kawasan pertanian dan kawasan lindung sehingga membuat daya dukung kawasan menurun,
Hal itu, antara lain, terlihat dari luas ancaman banjir di kawasan Jabodetabek yang terus menaik pada tahun 2000, sebanyak 102 desa di Jabodetabek yang terkena banjir, tahun 2008 sudah mencapai 644 desa terkena banjir. Selain itu infrastruktur juga tidak efisien sehingga menimbulkan kemacetan dan kekumuhan yang semakinparah setiap tahun.
Sebaiknya pemda kawasan Jabodetabek meningkatkan infrastruktur yang efesien dengan menghilangkan titik lokasi yang terkena banjir, membuat resapan air yaitu penanaman pohon atau pembuatan sumur resapan untuk mengurangi laju luncuran air kepermukaan dan pemerintah daerah lebih meningkatkan infrastruktur jalur kendaraan agar kemacetan bisa di tuntaskan dengan memberikan lahan parkir, pelalan kaki, pedagang kaki lima. Menghilangkan kekumuhan dengan mendatangi dan memberi pengarahan kepada masyarakat akan pentingnya lingkungan.
Dengan infrastruktur yang bagus maka kawasan Jabodetabek akan selalu menarik investor dan memperbaiki aktivitas ekonomi. Selain itu bisa memberi contoh kepada daerah lain untuk meningkatkan daya tarik investor, agar setiap daerah berkembang dan juga mengurangi kemiskinan.
Karangan Ilmiah, Karangan Semi Ilmiah, dan Karangan Non Ilmiah
Minggu, 27 Maret 2016
Posted by Muhammad Irfan
Tag :
Materi
Karangan adalah ide, pikiran, dan perasaan pengarang yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Perbedaan utama dari ketiga karangan tersebut terletak pada bahasanya.
Bahasa karangan ilmiah yaitu bahasa Indonesia resmi : kesantunan EYD, kesantunan diksi, kesantunan kalimat, kesantunan paragraf, kata ganti pertama ‘penulis’ atau ‘peneliti’, menggunakan makna denotasi, menghindarkan pemakaian unsur bahasa kedaerahan.
Bahasa karangan semi ilmiah dan non ilmiah yaitu bermakna konotasi dan figuratif, istilah umum/populer.
Bahasa karangan ilmiah yaitu bahasa Indonesia resmi : kesantunan EYD, kesantunan diksi, kesantunan kalimat, kesantunan paragraf, kata ganti pertama ‘penulis’ atau ‘peneliti’, menggunakan makna denotasi, menghindarkan pemakaian unsur bahasa kedaerahan.
Bahasa karangan semi ilmiah dan non ilmiah yaitu bermakna konotasi dan figuratif, istilah umum/populer.
1. Karangan Ilmiah
Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum yang ditulis menurut metodologi dan penulisan yang benar.
- Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah antara lain:
- Memberi penjelasan
- Memberi komentar atau penilaian
- Memberi saran
- Menyampaikan sanggahan
- Membuktikan hipotesa
Sifat karya ilmiah:
1. Lugas dan tidak emosional
Pembicaraan langsung pada hal pokok, memiliki arti, sehingga tidak ada tafsiran sendiri-sendiri (interprestasi yang lain)
2. Logis
Yaitu disusun berdasarkan urutan yang konsisten dan masuk akal
3. Objektif
Artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya.
4. Efektif
Satu kebulatan pikiran, ada penekanan dan pengembangan
5. Efisien
Hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami
6. Keseksamaan
Artinya berusaha menghindari kesalahan atau kekhilafan betapapun kecilnya
7. Kesistematisan
Semua yang dikemukakan disusun menurut aturan yang memperlihatkan kesinambungan
8. Ketuntasan
Artinya semua masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.
Ciri-ciri Karangan Ilmiah
1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah terdiri dari:
Bagian awal (pendahuluan): Pengantar ke bagian inti
Bagian inti (pokok pembahasan): Sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan
Bagian penutup: Kesimpulan pokok pembahasan
2. Komponen atau substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap Penulis
Sikap penulis karya ilmiah adalah objektif.
4. Penggunaan Bahasa
Penggunaan bahasa dalam karangan ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif.
Hakikat karya ilmiah : mengemukakan kebenaran melalui metodenya yang sistematis, metodologis, dan konsisten.
Jenis-jenis karya ilmiah
1. Makalah
Adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikir deduktif atau induktif.
2. Kertas Kerja
Adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam dari pada analisis dalam makalah.
3. Skripsi
Adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik oleh penelitian langsung (observasi, lapangan, atau percobaan dilaboratorium) juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih di bidang spesialisasinya.
4. Tesis
Adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.
5. Disertasi
Adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci. Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan penguji. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya sendiri dari sanggahan penguji, maka penulisnya berhak menyandang gelar doktor.
METODE ILMIAH
Metode ilmiah adalah garis-garis pemikiran yang bersifat konseptual dan prosedural. Konseptual artinya memiliki gagasan orisinil. Prosedural artinya memulai dengan observasi dan mengakhiri dengan pernyataan-pernyataan umum.
Langkah-langkah pelaksanaan penulisan karangan ilmiah:
- Timbangan pustaka (menilai hasil-hasil penelitian yang telah dikerjakan oleh orang lain untuk dibahas dan disimpulkan)
- Menentukan masalah
- Memecahkan masalah
- Membentuk hipotesis
- Menguji hipotesis
- Menerbitkan hasil penelitian.
2. Karangan Semi Ilmiah
Karangan Semi Ilmiah atau ilmiah populer adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar. Karangan semi ilmiah menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ini juga merupakan penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis.
- Sifat karangan semi ilmiah:
- Ditulis berdasarkan fakta pribadi
- Fakta yang disimpulkan subjektif
- Gaya bahasa formal, sederhana, dan populer
- Mementingkan diri penulis
- Melebih-lebihkan sesuatu
- Bersifat argumentatif dan persuatif
3. Karangan Nonilmiah
Karangan nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.
- Ciri-ciri karangan non-ilmiah:
- Ditulis berdasarkan fakta pribadi
- Fakta yang disimpulkan subyektif
- Gaya bahasa konotatif dan populer
- Tidak memuat hipotesis
- Penyajian dibarengi sejarah
- Bersifat imajinatif
- Situasi didramatisir
- Bersifat persuatif
- Tanpa dukungan dan bukti
Sifat Karangan Non Ilmiah:
- Emotif : sedikit informasi, melebihkan kebenaran
- Persuasif : cukup informatif, mempengaruhi sikap dan cara berpikir pembaca, dan meyakinkan pembaca
- Deskriftif : informatif, sebagian imaginatif dan subjektif
- Kritik tanpa dukungan bukti : tidak memuat informasi spesifik, terkadang pembahasan mendalam namun tanpa bukti, penuh prasangka, bahasa formal tetapi terkadang kasa.
Organisasi pada dasarnya merupakan tempat dimana orang –
orang berkumpul yang mempunyai tujuan yang sama,mereka juga selalu bekerja sama
untuk melakukan suatu kegiatan.
Definisi organisasi ada 2 macam
saja,yaitu :
1. Organisasi Formal
Kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu
tujuan bersama.Contoh : Sekolah,Negara,dsb.
2. Organisasi Informal
Kumpulan dari dua orang atau lebih yang terlibat pada suatu aktifitas
serta tujuan yang sama tetapi tidak disadari,maksud dari tidak disadari karena
organisasi ini bersifat tertutup tidak diketahui masyarakat luas.Contoh :
Arisan ibu ibu RT,Belajar kelompok,dsb.
Manfaat mengikuti organisasi sangatlah banyak,dengan
mengikuti organisasi kita bisa belajar
dari satu sama lain tentang sebuah team yang mengharuskan kerja sama.Dalam hal
masalah kita dapat berbagi masalah dan memecahkannya bersama sama.Dalam
organisasi pasti ada yang tua dan muda,yang muda galilah sedalam dalamnya ilmu
dengan orang yang mempunyai pengalaman yang banyak sedangkan yang tua janganlah
pelit berbagi ilmu kepada yang muda siapa tau ilmu yang diberikan sangatlah
bermanfaat untuk orang lain.Dan juga masih banyak lagi hal hal yang kita
dapatkan dari berorganisasi seperti :
· Melatih kepemimpinan
Diorganisasi pasti ada
pemimpinnya kan? Kita yang baru saja mengikuti organisasi pasti mengenal
anggota anggotanya termasuk pemimpinnya,nah pastinya kita akan diarahkan sama
pemimpin dan dibantu dengan anggota lainnya bagaimana cara ini dan itu.Pastinya
kita akan mempelajari semua hal tersebut agar bisa menjadi pemimpin yang adil
dan setia kawan seperti pemimpin dalam organisasi yang kita ikuti.
· Memperluas pergaulan
Siapa yang tidak mau
mempunyai teman/sahabat yang banyak dan baik? Pasti mau kan? Ya,sebelum
bergabung dengan organisasi kita hanya mempunyai teman di kampung dan disekolah
saja tetapi dengan mengikuti organisasi kita dapat berteman dengan teman diluar
kampung dan sekolah kita.Kita juga bisa mendapatkan hal hal yang baru yang
belum pernah kita ketahui sebelumnya,ya seperti organisasi pecinta alam atau
sejenisnyalah kita yang belum pernah melihat indahnya Indonesia bisa tau
bagaimana indahnya.
· Meningkatkan wawasan dan pengetahuan
Ya lagi lagi siapa sih
yang tidak mau mempunyai pengetahuan yang luas ?Pasti mau kan?Seperti yang saya
bilang sebelumnya diorganisasi pasti ada yang mempunyai pengalaman dan
pengetahuan yang luas,nah tinggal kitanya aja yang memanfaatkannya tapi bukan
memanfaatkan teman seperti disinetron ya :D artinya ya rugi juga ya mempunyai
teman yang pintar tapi kita tidak mendapatkan 1pun ilmu dari dia.
· Mampu mengatur waktu dengan sangat
baik
Ya dalam organisasi pasti
ada peraturannya seperti kita buat janji/kegiatan bersama dan waktu bersama
jadi kita pasti harus menepatinya,dari situ kita sudah terbiasa tepat waktu
dalam urusan apapun.
Komputer Anda suka mengeluarkan suara beep panjang atau pendek? Waspadai peringatan yang diberikannya! Mau tahu artinya? Itu berarti masalah, masalah, dan masalah.
Tidak usah panik, keluarnya suara tiiiit (beep) panjang tersebut sebenarnya adalah cara komputer untuk memberi tahu Anda bahwa ada yang tidak beres dengan CPU Anda. Isyarat beep komputer ternyata tidak hanya beep panjang saja, ada bermacam-macam. Setidaknya jika komputer Anda memakai AWARD BIOS, maka ada 9 macam beep yang memiliki maksud tertentu:
1. Beep pendek 1 kali :mengindikasikan bahwa komputer anda telah berhasil melakukan dan menghidupkan semua komponen yang dibutuhkan untuk proses boot-up komputer.
2. Beep pendek 2 kali : ada masalah pada konfigurasi atau seting pada CMOS.
3. Beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali : ada masalah pada perangkat keras Motherboard atau Memory anda, coba cek ulang apakah kedua perangkat tersebut masih bisa berfungsi/terpasang dengan baik atau tidak.
4. Beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali : ada masalah pada monitor atau VGA Card.
5. Beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali : ada masalah pada Keyboard, coba cek keyboard anda, atau coba kencangkan sambungan kabel dari keyboard yang biasanya terpasang ke port serial, ps2, ataupun usb.
6. panjang 1 kali dan pendek 9 kali : ada masalah pada ROM BIOS
7. Beep panjang terus menerus : ada masalah di RAM.
8. Beep pendek terus menerus : ada masalah penerimaan tegangan
Pada beberapa merk Motherboard akan mengeluarkan bunyi "beep" beberapa kali apabila temperatur processornya terlalu tinggi (panas).
Makan dan minum sebagai salah
satu aktivitas manusia adalah perbuatan mubah. Namun, syariat yang mulia ini
tetap memberi aturan sebagaimana perkara-perkara lainnya, agar sesuatu yang
mubah ini bisa bernilai ibadah dan bisa mendatangkan kemaslahatan. Diantaranya
adalah dengan menetapkan tuntunan atau
adab-adabnya.
Sehingga wajar kemudian timbul pertanyaan, apakah aktivitas mengkonsumsi makanan ini boleh dilakukan dengan berdiri ? apakah hal tersebut bertentangan dengan adab makan dan minum yang digariskan syariat ? Hal inilah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini.
Wallahu a’lam.
Sehingga wajar kemudian timbul pertanyaan, apakah aktivitas mengkonsumsi makanan ini boleh dilakukan dengan berdiri ? apakah hal tersebut bertentangan dengan adab makan dan minum yang digariskan syariat ? Hal inilah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini.
Faktanya, memang ada beberapa hadits
yang sepintas saling bertentangan, antara yang melarang makan dan minum sambil
berdiri dengan yang membolehkannya. Dalam al Mausu’ah Fiqhiyah al Kuwaitiyah
dikatakan : Adalah Nabi shalallahu'alahi wasallam
dahulu
minum dengan duduk, ini adalah kebiasan beliau. Dan shahih dari Nabi bahwa
beliau melarang minum sambil berdiri, dan shahih pula beliau memerintahkan
oaring yang minum sambil berdiri untuk memuntahkannya, namun shahih pula
(riwayat ) bahwa beliau pernah minum sambil berdiri.[1]
1.
Hadits-Hadits
yang melarang
عن أنس، عن النبي صلى الله عليه وسلم، «أَنَّهُ
نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا»
Dari
Anas radhiyallahu'anhu, beliau
mengatakan bahwa Nabi shalallahu'alahi wasallam melarang
sambil minum berdiri. Qatadah berkata : “Kami
bertanya : ‘Bagaimana dengan makan (sambil berdiri) ?”. Beliau menjawab : “Hal
itu lebih buruk atau menjijikkan.” [2]
عَنْ
أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
زَجَرَ عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا»
Dari
Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu'anhu, beliau
mengatakan bahwa Nabi shalallahu'alahi wasallam melarang
minum sambil berdiri. (HR. Muslim no. 2025)
Sedangkan
dalam hadits lainnya, bahkan Rasulullah shalallahu'alahi wasallam sampai memerintahkan agar mereka yang minum sambil berdiri untuk
memuntahkannya.[3]
2.
Hadits-hadits
yang menunjukkan kebolehannya
Sebaliknya, bila temui adanya riwayat dari
hadits-hadits nabawi yang melarang aktivitas mengkonsumsi makanan dengan
berdiri, ternyata banyak pula hadits yang menyebutkan sebaliknya, berikut
diantaranya :
أَنَّ
ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا حَدَّثَهُ قَالَ: «سَقَيْتُ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ، فَشَرِبَ وَهُوَ قَائِمٌ»
Dari
Ibnu Abbas beliau mengatakan, “Aku memberikan air zam-zam kepada Rasulullah shalallahu'alahi wasallam Maka beliau lantas minum dalam
keadaan berdiri.”[4]
أَنَّ
عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ، شَرِبَ قَائِمًا، فَنَظَرَ إِلَيْهِ النَّاسُ
كَأَنَّهُمْ أَنْكَرُوهُ، فَقَالَ: مَا تَنْظُرُونَ ؟ إِنْ أَشْرَبْ قَائِمًا، " فَقَدْ
رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْرَبُ قَائِمًا، وَإِنْ
أَشْرَبْ قَاعِدًا، فَقَدْ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَشْرَبُ قَاعِدًا
“Ali bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu minum sambil berdiri. Kemudian orang-orang memandangnnya dengan
pandangan seakan-akan tidak suka. Kemudian ia bekata : “Kalian melihat (dengan
tidak suka) aku minum sambil berdiri ? Padahal aku melihat Nabi shalallahu'alahi wasallam minum sambil berdiri. Dan
bila aku minum sambil duduk, karena sungguh aku juga melihat beliau minum
sambil duduk.” [5]
Dalam riwayat lain Ali bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu pernah berwudhu lalu
meminum air sisa wudhunya sambil berdiri, kemudian beliau berkata :
بَلَغَنِي أَنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ يَكْرَهُ، أَنْ يَشْرَبَ وَهُوَ
قَائِمٌ، وَهَذَا وُضُوءُ مَنْ لَمْ يُحْدِثْ وَرَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ هَكَذَا
“Telah sampai kepadaku
bahwasanya diantara kalian ada yang membenci minum sambil berdiri, sesungguhnya
aku berwudhu ini sebelum aku batal, dan aku melihat Rasulullah melakukan
seperti ini.”[6]
Dari
Ibnu Umar beliau mengatakan,
كُنَّا
عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نَأْكُلُ وَنَحْنُ
نَمْشِي، وَنَشْرَبُ، وَنَحْنُ قِيَامٌ
“Di
masa Nabi shalallahu'alahi wasallam kami pernah
makan sambil berjalan dan minum sambil berdiri.”[7]
Dengan adanya hadits-hadits di atas,
ulama berbeda pendapat dalam menyimpulkan hukum makan dan minum sambil berdiri.
1. Makan
dan minum boleh berdiri dan boleh duduk.
Kalangan ini berpendapat, bahwa makan
dan minum boleh saja dikerjakan sambil duduk dan berdiri. Minum sambil berdiri
dipandang boleh-boleh saja jika memang seseorang dalam kondisi berdiri dan
tidak ada kemakruhannya. Hal ini karena kalangan ini berpendapat, hadits yang
menyatakan bolehnya minum sambil berdiri menasakh hadits-hadits yang melarangnya.
Ini diketahui sebagai pendapat jumhur
tabi’in[8]
seperti : Sa’iid bin Jubair, Thaawus, Zaadzaan Abu ‘Umar Al-Kindiy, dan Ibrahim
bin Yaziid An-Nakha’iy, imam Ahmad bin Hanbal dan yang masyhur dalam madzhabnya[9],
Jumhur Malikiyyah.[10]
2. Boleh
makan dan minum sambil berdiri, namun duduk lebih utama.
Jumhur ulama berpendapat bahwa minum sambil
berdiri itu diperbolehkan. Hal ini
karena hadits yang melarang dipandang tidak lebih kuat dari yang membolehkan,
hanya kemudian dipandang sebagai keutamaan.
Menurut
pendapat ini, hadits-hadits pelarangan itu hanyalah makruh tanzih (makruh
ringan), sedangkan perbuatan beliau (yang minum sambil berdiri) menjelaskan
tentang kebolehannya. Hadis-hadis pelarangan dibawa kepada makna disukainya
minum sambil duduk, serta dorongan kepada amal-amal yang lebih utama lagi
sempurna. Pendapat ini adalah pendapat jumhur ulama, diantaranya adalah sebagian
kalangan Hanafiyyah, sebagian kalangan
Malikiyyah, jumhur ulama Syafi’iyyah.[11]
An Nawawi t mengatakan : “Yang benar adalah makruh tanzihnya
(Minum sambil berdiri). Adapun Nabi minum sambil berdiri menunjukkan kebolehan
hal itu dilakukan.[12]
3. Makan
dan minum sambil berdiri adalah Haram.
Sebagian ulama lainnya berpendapat haram
minum sambil berdiri, dan untuk makan lebih makruh lagi. Karena kalangan ini
memandang hadits-hadits yang menyatakan kebolehan minum sambil berdiri di
masnsukh oleh yang melarangnya. Ini diketahui sebagai pendapat Ibnu Hazm dan
kalangan mazhab ad Dhahiri[13]
4.
Kebolehan
dengan catatan tertentu
Ada yang mengatakan bahwa bolehnya
minum sambil berdiri hanya jika ada hajat/keperluan; selain dari itu, maka
dibenci. Ini merupakan pendapat Ibnu Taimiyyah, dan Ibnul-Qayyim.[14]
Manakah
yang lebih utama untuk diikuti ?
Pendapat yangh rajih dalam
masalah ini, dan lebih utama untuk diikuti adalah pendapat jumhur ulama, yakni pendapat
yang menyatakan makan dan minum lebih utama dikerjakan dengan duduk, adapun
bila dikerjakan dengan berdiri, maka itu makruh tanzih atau tidak mendapat
keutamaan.[15]
Wallahu a’lam.
Hukum Saling Memberi Hadiah di Hari Valentine
Kamis, 19 Maret 2015
Posted by Muhammad Irfan
Tag :
Valentine
Bisa jadi saling
memberi hadiah ini ada pada pasangan yang telah halal (suami istri), atau
pasangan yang masih ilegal (pacaran), atau mungkin dengan sahabat.
Yang Jelas:
Umat Islam Tidak Merayakan Valentine
Hakekatnya,
Valentine itu merayakan perayaan non muslim. Sejarah Valentine bermula dari:
- Upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan.
- Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara Valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine.
- Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.
- Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan Valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.
Jika kaum
muslimin turut merayakannya berarti telah meniru budaya orang kafir. Dari Ibnu
‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa
yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad)
Dari ‘Amr bin
Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا
“Bukan termasuk
golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (HR. Tirmidzi).
Imam Adz Dzahabi
rahimahullah berkata,
فَإِذَا كَانَ لِلنَّصَارَى عِيْدٌ ، وَلِلْيَهُوْدِ عِيْدٌ ، كَانُوْا مُخْتَصِيْنَ بِهِ ، فَلاَ يُشَارِكُهُمْ فِيْهِ مُسْلِمٌ ، كَمَا لاَ يُشَارِكُهُمْ فِيْ شَرْعَتِهِمْ وَلاَ قِبْلَتِهِمْ
“Orang Nashrani
punya perayaan, demikian pula orang Yahudi, di mana mereka mengistimewakan hari
tersebut. Maka janganlah seorang muslim meniru mereka dalam perayaan tersebut.
Sebagaimana kita dilarang meniru syari’at dan tidak mengikuti kiblat mereka.”
(Tasyabbuh Al Khosis bi Ahlil Khomis, dinukil dalam Majalah Al Hikmah, 4: 193)
Hukum Asal
Memberi Hadiah
Hukum asal
memberi hadiah adalah sunnah (dianjurkan). Hal ini berdasarkan hadits,
تَهَادَوْا تَحَابُّوا
“Salinglah
memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)
Saling memberi
hadiah merupakan salah satu faktor yang menumbuhkan rasa saling mencintai di
antara kaum muslimin. Oleh karena itu, seorang penyair Arab menyatakan dalam
sebuah sya’ir:
هَدَايَا النَّاسِ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ تُوْلِدُ فِي قُلُوْبِهِمُ الوِصَالَ
Hadiah yang
diberikan oleh sebagian orang kepada yang lain bisa menumbuhkan rasa saling
mencintai di hati mereka.
Beralih Hukumnya
Jadi Haram
Biasanya bunga
dan cokelat yang dijadikan pilihan sebagai kado atau hadiah di hari valentine.
Karena dasar perayaan valentine adalah haram bagi muslim. Berarti memberikan kado
ketika itu pun tak boleh. Karena memberikan kado merupakan perantara menuju
perayaan yang haram, maka hukumnya saling memberi hadiah ketika itu haram.
Walau asalnya saling memberi hadiah adalah sunnah.
Dalam kaedah
fikih disebutkan oleh Syaikh As Sa’di rahimahullah,
وَسَائِلُ الأُمُوْرِ كَالمَقَاصِدِ
وَاحْكُمْ بِهَذَا الحُكْمِ لِلزَّوَائِدِ
Hukum perantara
sama dengan hukum tujuan
Hukumilah dengan
hukum tersebut untuk tambahan lainnya
Hukum Menerima
Hadiah, Kado atau Coklat Valentine
Bagaimana kalau
kita diberi hadiah valentine, apakah kita menerimanya? Agar kita tidak disebut
mendukung maksiat, hadiah tersebut sebisa mungkin ditolak. Namun kalau merasa
tidak enak, maka terimalah hadiah tersebut sambil memberi nasehat pada saudara
kita yang memberi bahwa Valentine tak perlu dirayakan dan tak perlu diadakan
hadiah semacam itu.
Itulah hukum saling memberi hadiah dihari valentine, semoga kita tidak
terpengaruh dengan hal-hal yang akan merugikan kita sebagai umat islam. Semoga bermanfaat
Wassalam




