Kalimat SPOK

Selasa, 07 Juni 2016
Posted by Muhammad Irfan
Tag :
1. Subjek (S)

Di dalam sebuah kalimat Subjek (S) adalah pelaku atau orang yang melakukan kegiatan tertentu. Subjek pada umumnya berupa kata benda seperti nama orang, binatang, tumbuhan, dan benda.
Contoh: Budi, Gajah, Anggrek, sekolah dan lain-lain.

2. Predikat (P)

Predikat adalah unsur kalimat yang menyatakan kegiatan yang sedang dilakukan oleh Subjek. Predkat biasanya merupakan kata-kata kerja.
Misalnya, Memasak, bermain, menyanyi, dan lain-lain

3. Objek (O)

Objek adalah sesuatu yang dikenai tindakan oleh Subjek. Sama seperti Subjek, Objek dapat berupa kata-kata benda.
Misalnya, Ayah, Harimau, Pakaian, dan lain-lain.

4. Keterangan (K)

Di dalam sebuah kalimat keterangan menjelaskan bagaimana, dimana atau kapan peristiwa yang dinyatakan dalam kalimat tersebut. Keterangan didalam kalimat dapat berupa:

Keterangan tempat = di rumah, di sekolah, di pasar, dan lain-lain.
Keterangan cara = dengan cepat, dengan serius, dengan bersemangat, dan lain-lain.
Keterangan tujuan = agar lulus ujian, untuk bertemu ibunya, supaya bersih, dan lain-lain.
Keterangan alat = menggunakan pisau, mengendara motor, menggunakan sekop, dan lain-lain.
Keterangan waktu = pada hari minggu, Jam 9 malam, pada musim kemarau dan lain-lain.
Keterangan penyerta = bersama ayahnya, dengan ibunya, ditemani kakaknya, dan lain-lain.

5. Pelengkap (Pel)

Pelengkap adalah unsur kalimat yang fungsinya seperti Objek (O) tetapi yang membedakannya adalah Pelengkap tidak bisa dirubah menjadi Subjek pada kalimat pasif. Pelengkap biasanya terletak setelah predikat atau objek.


Contoh: Ia memakai baju yang bagus, Ember itu berisi minyak tanah.

Pada umumnya kalimat Bahasa Indonesia memiliki 8 pola kalimat dasar yang bisa dikembangkan. Berikut ini adalah contoh-contoh pola dasar kalimat Bahasa Indonesia.

1. S-P

Contoh:           Saya  makan
                                S         P

2. S-P-O

 Contoh:        Saya   makan    apel
                              S            P         O

3. S-P-Pel

Contoh:        Saya      makan      yang manis
                                         P                 Pel  

4. S-P-O-Pel

Contoh:         Saya   makan   apel   yang manis
                            S           P            O          Pel

5. S-P-O-Pel-K

Contoh:         Saya   makan   apel  yang manis   dengan lahap
                             S           P          O     Pel                        K

6. S-P-K       

Contoh:        Saya   makan  dengan lahap
                             S          P               K

7. S-P-O-K

Contoh:       Saya  makan   apel  dengan lahap
                           S        P             O           K

8. S-P-Pel-K

Contoh:      Saya  memakan  yang manis   dengan lahap
                          S            P                Pel                    K

Dari semua pola diatas Kalimat berpola S P O K adalah kalimat yang relative berdiri sendiri dan memiliki pola intonasi final. Kalimat S P O K juga bisa menjadi rujukan penulisan ilmiah karena hampir memiliki semua informasi yang lengkap yang bisa ditemukan dalam sebuah kaliamat.

Contoh-Contoh Kalimat Berpola S P O K



1.       Budi membantu Ani dengan ikhlas.
2.       Ayah memakai baju baru untuk ke pesta malam ini.
3.       Ibu membeli sayuran di pasar.
4.       Presiden Jokowi melantik Kapolri besok pada pukul 9 pagi.
5.       Menteri Perikanan meneggelamkan kapal asing di perairan Indonesia.
6.       Andi mempelajari Matematika dengan sungguh-sungguh.
7.       Saya mendengarkan perkataannya dengan serius.
8.       Montir itu memperbaiki motor dengan menggunakan kunci pas.
9.       Mereka mengikat maling itu dengan tali yang kencang.
10.    Masyarakat Indonesia mengecam perdana menteri Australia Kemarin, pukul 9 malam di Bundaran HI.

Investor

Senin, 09 Mei 2016
Posted by Muhammad Irfan
Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi adalah pilihan investor di bandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Kendati luas 0,03 persen dari luas wilayah nasional, pada tahun 2009, kawasan ini menyumbangkan 25,78 persen dari produk domestic regional bruto nasional. Selaintu dorongan dari pemerintah melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) juga menetapkan jabotabek sebagai lokasi investasi terbesar.

Dalam jangka panjang Jabodetabek bisa tidak lagi menjadi menarik  bagi investor. Hal ini disebabkan akumulasi dari penurunan daya dukung lingkungan serta tidak meratanya akses terhadap aktivitas ekonomi yang meningkatkan kemiskinan, kriminalitas, dan konflik social. Pertumbuhan lahan terbangun di Jabodetabek yang tidak terkendali mengonversi kawasan pertanian dan kawasan lindung sehingga membuat daya dukung kawasan menurun,

Hal itu, antara lain, terlihat dari luas ancaman banjir di kawasan Jabodetabek yang terus menaik pada tahun 2000, sebanyak 102 desa di Jabodetabek yang terkena banjir, tahun 2008 sudah mencapai 644 desa terkena banjir. Selain itu infrastruktur juga tidak efisien sehingga menimbulkan kemacetan dan kekumuhan yang semakinparah setiap tahun.

Sebaiknya pemda kawasan Jabodetabek meningkatkan infrastruktur yang efesien dengan menghilangkan titik lokasi yang terkena banjir, membuat resapan air yaitu penanaman pohon atau  pembuatan sumur resapan untuk mengurangi laju luncuran air kepermukaan dan pemerintah daerah lebih meningkatkan infrastruktur jalur kendaraan agar kemacetan bisa di tuntaskan dengan memberikan lahan parkir, pelalan kaki, pedagang kaki lima. Menghilangkan kekumuhan dengan mendatangi dan memberi pengarahan kepada masyarakat akan pentingnya lingkungan.

Dengan infrastruktur yang bagus maka kawasan Jabodetabek akan selalu menarik investor dan memperbaiki aktivitas ekonomi. Selain itu bisa memberi contoh kepada daerah lain untuk meningkatkan daya tarik investor, agar setiap daerah berkembang dan juga mengurangi kemiskinan.

Karangan Ilmiah, Karangan Semi Ilmiah, dan Karangan Non Ilmiah

Minggu, 27 Maret 2016
Posted by Muhammad Irfan
Tag :
Karangan adalah ide, pikiran, dan perasaan pengarang yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Perbedaan utama dari ketiga karangan tersebut terletak pada bahasanya.
Bahasa karangan ilmiah yaitu bahasa Indonesia resmi : kesantunan EYD, kesantunan diksi, kesantunan kalimat, kesantunan paragraf, kata ganti pertama ‘penulis’ atau ‘peneliti’, menggunakan makna denotasi, menghindarkan pemakaian unsur bahasa kedaerahan.
Bahasa karangan semi ilmiah dan non ilmiah yaitu bermakna konotasi dan figuratif, istilah umum/populer.

1. Karangan Ilmiah

Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum yang ditulis menurut metodologi dan penulisan yang benar.

  • Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah antara lain:
  • Memberi penjelasan
  • Memberi komentar atau penilaian
  • Memberi saran
  • Menyampaikan sanggahan
  • Membuktikan hipotesa

Sifat karya ilmiah:
1. Lugas dan tidak emosional
Pembicaraan langsung pada hal pokok, memiliki arti, sehingga tidak ada tafsiran sendiri-sendiri (interprestasi yang lain)
2. Logis
Yaitu disusun berdasarkan urutan yang konsisten dan masuk akal
3. Objektif
Artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya.
4. Efektif
Satu kebulatan pikiran, ada penekanan dan pengembangan
5. Efisien
Hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami
6. Keseksamaan
Artinya berusaha menghindari kesalahan atau kekhilafan betapapun kecilnya
7. Kesistematisan
Semua yang dikemukakan disusun menurut aturan yang memperlihatkan kesinambungan
8. Ketuntasan
Artinya semua masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.

Ciri-ciri Karangan Ilmiah
1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah terdiri dari:
Bagian awal (pendahuluan): Pengantar ke bagian inti
Bagian inti (pokok pembahasan): Sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan
Bagian penutup: Kesimpulan pokok pembahasan

2. Komponen atau substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

3. Sikap Penulis
Sikap penulis karya ilmiah adalah objektif.

4. Penggunaan Bahasa
Penggunaan bahasa dalam karangan ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif.

Hakikat karya ilmiah : mengemukakan kebenaran melalui metodenya yang sistematis, metodologis, dan konsisten.

Jenis-jenis karya ilmiah
1. Makalah
Adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikir deduktif atau induktif.

2. Kertas Kerja
Adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam dari pada analisis dalam makalah.

3. Skripsi
Adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik oleh penelitian langsung (observasi, lapangan, atau percobaan dilaboratorium) juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih di bidang spesialisasinya.

4. Tesis
Adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.

5. Disertasi
Adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci. Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan penguji. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya sendiri dari sanggahan penguji, maka penulisnya berhak menyandang gelar doktor.

METODE ILMIAH
Metode ilmiah adalah garis-garis pemikiran yang bersifat konseptual dan prosedural. Konseptual artinya memiliki gagasan orisinil. Prosedural artinya memulai dengan observasi dan mengakhiri dengan pernyataan-pernyataan umum.

Langkah-langkah pelaksanaan penulisan karangan ilmiah:
  • Timbangan pustaka (menilai hasil-hasil penelitian yang telah dikerjakan oleh orang lain untuk dibahas dan disimpulkan) 
  • Menentukan masalah
  • Memecahkan masalah
  • Membentuk hipotesis
  • Menguji hipotesis
  • Menerbitkan hasil penelitian.

2. Karangan Semi Ilmiah

Karangan Semi Ilmiah atau ilmiah populer adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar. Karangan semi ilmiah menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ini juga merupakan penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis.

  • Sifat karangan semi ilmiah:
  • Ditulis berdasarkan fakta pribadi
  • Fakta yang disimpulkan subjektif
  • Gaya bahasa formal, sederhana, dan populer
  • Mementingkan diri penulis
  • Melebih-lebihkan sesuatu
  • Bersifat argumentatif dan persuatif


3. Karangan Nonilmiah

Karangan nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

  • Ciri-ciri karangan non-ilmiah:
  • Ditulis berdasarkan fakta pribadi
  • Fakta yang disimpulkan subyektif
  • Gaya bahasa konotatif dan populer
  • Tidak memuat hipotesis
  • Penyajian dibarengi sejarah
  • Bersifat imajinatif
  • Situasi didramatisir
  • Bersifat persuatif
  • Tanpa dukungan dan bukti
Sifat Karangan Non Ilmiah:
  • Emotif : sedikit informasi, melebihkan kebenaran
  • Persuasif : cukup informatif, mempengaruhi sikap dan cara berpikir pembaca, dan meyakinkan pembaca
  • Deskriftif : informatif, sebagian imaginatif dan subjektif
  • Kritik tanpa dukungan bukti : tidak memuat informasi spesifik, terkadang pembahasan mendalam namun tanpa bukti, penuh prasangka, bahasa formal tetapi terkadang kasa.

Pengertian Organisasi

Selasa, 22 Maret 2016
Posted by Muhammad Irfan
Tag :
Organisasi pada dasarnya merupakan tempat dimana orang – orang berkumpul yang mempunyai tujuan yang sama,mereka juga selalu bekerja sama untuk melakukan suatu kegiatan.
        Definisi organisasi ada 2 macam saja,yaitu :
1.  Organisasi Formal
Kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama.Contoh : Sekolah,Negara,dsb.
2.  Organisasi Informal
Kumpulan dari dua orang atau lebih yang terlibat pada suatu aktifitas serta tujuan yang sama tetapi tidak disadari,maksud dari tidak disadari karena organisasi ini bersifat tertutup tidak diketahui masyarakat luas.Contoh : Arisan ibu ibu RT,Belajar kelompok,dsb.



Manfaat mengikuti organisasi sangatlah banyak,dengan mengikuti organisasi kita bisa  belajar dari satu sama lain tentang sebuah team yang mengharuskan kerja sama.Dalam hal masalah kita dapat berbagi masalah dan memecahkannya bersama sama.Dalam organisasi pasti ada yang tua dan muda,yang muda galilah sedalam dalamnya ilmu dengan orang yang mempunyai pengalaman yang banyak sedangkan yang tua janganlah pelit berbagi ilmu kepada yang muda siapa tau ilmu yang diberikan sangatlah bermanfaat untuk orang lain.Dan juga masih banyak lagi hal hal yang kita dapatkan dari berorganisasi seperti :
·      Melatih kepemimpinan
Diorganisasi pasti ada pemimpinnya kan? Kita yang baru saja mengikuti organisasi pasti mengenal anggota anggotanya termasuk pemimpinnya,nah pastinya kita akan diarahkan sama pemimpin dan dibantu dengan anggota lainnya bagaimana cara ini dan itu.Pastinya kita akan mempelajari semua hal tersebut agar bisa menjadi pemimpin yang adil dan setia kawan seperti pemimpin dalam organisasi yang kita ikuti.
·      Memperluas pergaulan
Siapa yang tidak mau mempunyai teman/sahabat yang banyak dan baik? Pasti mau kan? Ya,sebelum bergabung dengan organisasi kita hanya mempunyai teman di kampung dan disekolah saja tetapi dengan mengikuti organisasi kita dapat berteman dengan teman diluar kampung dan sekolah kita.Kita juga bisa mendapatkan hal hal yang baru yang belum pernah kita ketahui sebelumnya,ya seperti organisasi pecinta alam atau sejenisnyalah kita yang belum pernah melihat indahnya Indonesia bisa tau bagaimana indahnya.
·      Meningkatkan wawasan dan pengetahuan
Ya lagi lagi siapa sih yang tidak mau mempunyai pengetahuan yang luas ?Pasti mau kan?Seperti yang saya bilang sebelumnya diorganisasi pasti ada yang mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang luas,nah tinggal kitanya aja yang memanfaatkannya tapi bukan memanfaatkan teman seperti disinetron ya :D artinya ya rugi juga ya mempunyai teman yang pintar tapi kita tidak mendapatkan 1pun ilmu dari dia.
·      Mampu mengatur waktu dengan sangat baik
Ya dalam organisasi pasti ada peraturannya seperti kita buat janji/kegiatan bersama dan waktu bersama jadi kita pasti harus menepatinya,dari situ kita sudah terbiasa tepat waktu dalam urusan apapun.


Mengenal Arti suara Beep pada komputer

Senin, 20 April 2015
Posted by Muhammad Irfan
Tag :


Komputer Anda suka mengeluarkan suara beep panjang atau pendek? Waspadai peringatan yang diberikannya! Mau tahu artinya? Itu berarti masalah, masalah, dan masalah.

Tidak usah panik, keluarnya suara tiiiit (beep) panjang tersebut sebenarnya adalah cara komputer untuk memberi tahu Anda bahwa ada yang tidak beres dengan CPU Anda. Isyarat beep komputer ternyata tidak hanya beep panjang saja, ada bermacam-macam. Setidaknya jika komputer Anda memakai AWARD BIOS, maka ada 9 macam beep yang memiliki maksud tertentu:

1. Beep pendek 1 kali :mengindikasikan bahwa komputer anda telah berhasil melakukan dan menghidupkan semua komponen yang dibutuhkan untuk proses boot-up komputer.

2. Beep pendek 2 kali : ada masalah pada konfigurasi atau seting pada CMOS.

3. Beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali : ada masalah pada perangkat keras Motherboard atau Memory anda, coba cek ulang apakah kedua perangkat tersebut masih bisa berfungsi/terpasang dengan baik atau tidak.

4. Beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali : ada masalah pada monitor atau VGA Card.

5. Beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali : ada masalah pada Keyboard, coba cek keyboard anda, atau coba kencangkan sambungan kabel dari keyboard yang biasanya terpasang ke port serial, ps2, ataupun usb.

6. panjang 1 kali dan pendek 9 kali : ada masalah pada ROM BIOS

7. Beep panjang terus menerus : ada masalah di RAM.

8. Beep pendek terus menerus : ada masalah penerimaan tegangan

Pada beberapa merk Motherboard akan mengeluarkan bunyi "beep" beberapa kali apabila temperatur processornya terlalu tinggi (panas).

Hukum Makan Minum Sambil Berdiri

Sabtu, 21 Maret 2015
Posted by Muhammad Irfan
Tag :
Makan dan minum sebagai salah satu aktivitas manusia adalah perbuatan mubah. Namun, syariat yang mulia ini tetap memberi aturan sebagaimana perkara-perkara lainnya, agar sesuatu yang mubah ini bisa bernilai ibadah dan bisa mendatangkan kemaslahatan. Diantaranya adalah dengan menetapkan tuntunan  atau adab-adabnya.
 Sehingga wajar kemudian timbul pertanyaan, apakah aktivitas mengkonsumsi makanan ini boleh dilakukan dengan berdiri ? apakah hal tersebut bertentangan dengan adab makan dan minum yang digariskan syariat ? Hal inilah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini.
Faktanya, memang ada beberapa hadits yang sepintas saling bertentangan, antara yang melarang makan dan minum sambil berdiri dengan yang membolehkannya. Dalam al Mausu’ah Fiqhiyah al Kuwaitiyah dikatakan : Adalah Nabi shalallahu'alahi wasallam dahulu minum dengan duduk, ini adalah kebiasan beliau. Dan shahih dari Nabi bahwa beliau melarang minum sambil berdiri, dan shahih pula beliau memerintahkan oaring yang minum sambil berdiri untuk memuntahkannya, namun shahih pula (riwayat ) bahwa beliau pernah minum sambil berdiri.[1]
1.   Hadits-Hadits yang melarang 
عن أنس، عن النبي صلى الله عليه وسلم، «أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا»
Dari Anas radhiyallahu'anhu, beliau mengatakan bahwa Nabi shalallahu'alahi wasallam melarang sambil minum berdiri. Qatadah berkata : “Kami bertanya : ‘Bagaimana dengan makan (sambil berdiri) ?”. Beliau menjawab : “Hal itu lebih buruk  atau menjijikkan.” [2]
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَجَرَ عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا»
Dari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu'anhu, beliau mengatakan bahwa Nabi shalallahu'alahi wasallam melarang minum sambil berdiri. (HR. Muslim no. 2025)
Sedangkan dalam hadits lainnya, bahkan Rasulullah shalallahu'alahi wasallam sampai memerintahkan agar mereka yang minum sambil berdiri untuk memuntahkannya.[3]
2.   Hadits-hadits yang menunjukkan kebolehannya 
Sebaliknya, bila temui adanya riwayat dari hadits-hadits nabawi yang melarang aktivitas mengkonsumsi makanan dengan berdiri, ternyata banyak pula hadits yang menyebutkan sebaliknya, berikut diantaranya :
أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا حَدَّثَهُ قَالَ: «سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ، فَشَرِبَ وَهُوَ قَائِمٌ»
Dari Ibnu Abbas beliau mengatakan, “Aku memberikan air zam-zam kepada Rasulullah shalallahu'alahi wasallam Maka beliau lantas minum dalam keadaan berdiri.”[4]
 
أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ، شَرِبَ قَائِمًا، فَنَظَرَ إِلَيْهِ النَّاسُ كَأَنَّهُمْ أَنْكَرُوهُ، فَقَالَ: مَا تَنْظُرُونَ  ؟ إِنْ أَشْرَبْ قَائِمًا، " فَقَدْ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْرَبُ قَائِمًا، وَإِنْ أَشْرَبْ قَاعِدًا، فَقَدْ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْرَبُ قَاعِدًا
“Ali bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu minum sambil berdiri. Kemudian orang-orang memandangnnya dengan pandangan seakan-akan tidak suka. Kemudian ia bekata : “Kalian melihat (dengan tidak suka) aku minum sambil berdiri ? Padahal aku melihat Nabi shalallahu'alahi wasallam minum sambil berdiri. Dan bila aku minum sambil duduk, karena sungguh aku juga melihat beliau minum sambil duduk.” [5]
Dalam riwayat lain Ali bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu pernah berwudhu lalu meminum air sisa wudhunya sambil berdiri, kemudian beliau berkata :
بَلَغَنِي أَنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ يَكْرَهُ، أَنْ يَشْرَبَ وَهُوَ قَائِمٌ، وَهَذَا وُضُوءُ مَنْ لَمْ يُحْدِثْ وَرَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ هَكَذَا
“Telah sampai kepadaku bahwasanya diantara kalian ada yang membenci minum sambil berdiri, sesungguhnya aku berwudhu ini sebelum aku batal, dan aku melihat Rasulullah melakukan seperti ini.”[6]
Dari Ibnu Umar beliau mengatakan,
كُنَّا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نَأْكُلُ وَنَحْنُ نَمْشِي، وَنَشْرَبُ، وَنَحْنُ قِيَامٌ
“Di masa Nabi shalallahu'alahi wasallam  kami pernah makan sambil berjalan dan minum sambil berdiri.”[7]

Dengan adanya hadits-hadits di atas, ulama berbeda pendapat dalam menyimpulkan hukum makan dan minum sambil berdiri. 
1.   Makan dan minum boleh berdiri dan boleh duduk.
Kalangan ini berpendapat, bahwa makan dan minum boleh saja dikerjakan sambil duduk dan berdiri. Minum sambil berdiri dipandang boleh-boleh saja jika memang seseorang dalam kondisi berdiri dan tidak ada kemakruhannya. Hal ini karena kalangan ini berpendapat, hadits yang menyatakan bolehnya minum sambil berdiri menasakh hadits-hadits yang melarangnya.
Ini diketahui sebagai pendapat jumhur tabi’in[8] seperti : Sa’iid bin Jubair, Thaawus, Zaadzaan Abu ‘Umar Al-Kindiy, dan Ibrahim bin Yaziid An-Nakha’iy, imam Ahmad bin Hanbal dan yang masyhur dalam madzhabnya[9], Jumhur Malikiyyah.[10]
2.   Boleh makan dan minum sambil berdiri, namun duduk lebih utama.
 Jumhur ulama berpendapat bahwa minum sambil berdiri itu diperbolehkan.  Hal ini karena hadits yang melarang dipandang tidak lebih kuat dari yang membolehkan, hanya kemudian dipandang sebagai keutamaan.
Menurut pendapat ini, hadits-hadits pelarangan itu hanyalah makruh tanzih (makruh ringan), sedangkan perbuatan beliau (yang minum sambil berdiri) menjelaskan tentang kebolehannya. Hadis-hadis pelarangan dibawa kepada makna disukainya minum sambil duduk, serta dorongan kepada amal-amal yang lebih utama lagi sempurna. Pendapat ini adalah pendapat jumhur ulama, diantaranya adalah sebagian  kalangan Hanafiyyah, sebagian kalangan Malikiyyah, jumhur ulama Syafi’iyyah.[11]
An Nawawi t mengatakan : “Yang benar adalah makruh tanzihnya (Minum sambil berdiri). Adapun Nabi minum sambil berdiri menunjukkan kebolehan hal itu dilakukan.[12]
3.   Makan dan minum sambil berdiri adalah Haram.
Sebagian ulama lainnya berpendapat haram minum sambil berdiri, dan untuk makan lebih makruh lagi. Karena kalangan ini memandang hadits-hadits yang menyatakan kebolehan minum sambil berdiri di masnsukh oleh yang melarangnya. Ini diketahui sebagai pendapat Ibnu Hazm dan kalangan mazhab ad Dhahiri[13]
4.   Kebolehan dengan catatan tertentu
Ada yang mengatakan bahwa bolehnya minum sambil berdiri hanya jika ada hajat/keperluan; selain dari itu, maka dibenci. Ini merupakan pendapat Ibnu Taimiyyah, dan Ibnul-Qayyim.[14]
Manakah yang lebih utama untuk diikuti ?
Pendapat yangh rajih dalam masalah ini, dan lebih utama untuk diikuti adalah pendapat jumhur ulama, yakni pendapat yang menyatakan makan dan minum lebih utama dikerjakan dengan duduk, adapun bila dikerjakan dengan berdiri, maka itu makruh tanzih atau tidak mendapat keutamaan.[15]

Wallahu a’lam.

Hukum Saling Memberi Hadiah di Hari Valentine

Kamis, 19 Maret 2015
Posted by Muhammad Irfan
Tag :
Bisa jadi saling memberi hadiah ini ada pada pasangan yang telah halal (suami istri), atau pasangan yang masih ilegal (pacaran), atau mungkin dengan sahabat.
Yang Jelas: Umat Islam Tidak Merayakan Valentine
Hakekatnya, Valentine itu merayakan perayaan non muslim. Sejarah Valentine bermula dari:
  • Upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan.
  • Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara Valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine.
  • Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.
  • Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan Valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.

Jika kaum muslimin turut merayakannya berarti telah meniru budaya orang kafir. Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad)
Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا


“Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (HR. Tirmidzi).
Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata,

فَإِذَا كَانَ لِلنَّصَارَى عِيْدٌ ، وَلِلْيَهُوْدِ عِيْدٌ ، كَانُوْا مُخْتَصِيْنَ بِهِ ، فَلاَ يُشَارِكُهُمْ فِيْهِ مُسْلِمٌ ، كَمَا لاَ يُشَارِكُهُمْ فِيْ شَرْعَتِهِمْ وَلاَ قِبْلَتِهِمْ

“Orang Nashrani punya perayaan, demikian pula orang Yahudi, di mana mereka mengistimewakan hari tersebut. Maka janganlah seorang muslim meniru mereka dalam perayaan tersebut. Sebagaimana kita dilarang meniru syari’at dan tidak mengikuti kiblat mereka.” (Tasyabbuh Al Khosis bi Ahlil Khomis, dinukil dalam Majalah Al Hikmah, 4: 193)
Hukum Asal Memberi Hadiah
Hukum asal memberi hadiah adalah sunnah (dianjurkan). Hal ini berdasarkan hadits,
تَهَادَوْا تَحَابُّوا
“Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)
Saling memberi hadiah merupakan salah satu faktor yang menumbuhkan rasa saling mencintai di antara kaum muslimin. Oleh karena itu, seorang penyair Arab menyatakan dalam sebuah sya’ir:

هَدَايَا النَّاسِ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ تُوْلِدُ فِي قُلُوْبِهِمُ الوِصَالَ


Hadiah yang diberikan oleh sebagian orang kepada yang lain bisa menumbuhkan rasa saling mencintai di hati mereka.
Beralih Hukumnya Jadi Haram
Biasanya bunga dan cokelat yang dijadikan pilihan sebagai kado atau hadiah di hari valentine. Karena dasar perayaan valentine adalah haram bagi muslim. Berarti memberikan kado ketika itu pun tak boleh. Karena memberikan kado merupakan perantara menuju perayaan yang haram, maka hukumnya saling memberi hadiah ketika itu haram. Walau asalnya saling memberi hadiah adalah sunnah.
Dalam kaedah fikih disebutkan oleh Syaikh As Sa’di rahimahullah,

وَسَائِلُ الأُمُوْرِ كَالمَقَاصِدِ

وَاحْكُمْ بِهَذَا الحُكْمِ لِلزَّوَائِدِ

Hukum perantara sama dengan hukum tujuan
Hukumilah dengan hukum tersebut untuk tambahan lainnya
Hukum Menerima Hadiah, Kado atau Coklat Valentine
Bagaimana kalau kita diberi hadiah valentine, apakah kita menerimanya? Agar kita tidak disebut mendukung maksiat, hadiah tersebut sebisa mungkin ditolak. Namun kalau merasa tidak enak, maka terimalah hadiah tersebut sambil memberi nasehat pada saudara kita yang memberi bahwa Valentine tak perlu dirayakan dan tak perlu diadakan hadiah semacam itu. 

Itulah hukum saling memberi hadiah dihari valentine, semoga kita tidak terpengaruh dengan hal-hal yang akan merugikan kita sebagai umat islam. Semoga bermanfaat
Wassalam
Selamat Datang Di Blog Saya

Label

Popular Post

Blogger templates

- Copyright © Muhammad Irfan -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -